American Party SC – Kepala Divisi Makanan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), Jim Jones, mengundurkan diri pada Senin, 18 Februari 2025. Keputusan ini muncul setelah serangkaian pemecatan massal yang mencakup puluhan staf di divisinya, yang memicu ketegangan dalam lembaga tersebut. Kepergian Jones menjadi sorotan karena terjadi di tengah perubahan kebijakan kesehatan yang diprakarsai oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.
Dalam surat pengunduran dirinya, Jones menyoroti bahwa keputusan untuk memecat 89 staf di divisi makanan dilakukan secara sepihak dan tanpa pertimbangan matang. Menurutnya, para karyawan yang diberhentikan memiliki keahlian teknis tinggi dalam bidang nutrisi, keamanan pangan, dan formula bayi. Hilangnya sumber daya manusia tersebut, katanya, akan menghambat kemampuan FDA untuk mengimplementasikan reformasi dalam sistem pangan nasional.
Jones menambahkan bahwa pemecatan ini juga berdampak pada inisiatif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Amerika. Salah satu upaya yang terhambat adalah pengurangan penyakit kronis yang berkaitan dengan pola makan serta mitigasi risiko dari bahan kimia dalam makanan. “Tanpa dukungan staf yang memadai, upaya ini akan menjadi jauh lebih sulit,” ujarnya dalam surat pengunduran dirinya yang ditujukan kepada Penjabat Komisaris FDA, Sara Brenner.
“Baca Juga: Edukasi Pasien Rawat Jalan Menjadi Tugas Pokok & Kewajiban Rumah Sakit”
Pengunduran diri Jones terjadi bersamaan dengan perubahan besar dalam kebijakan kesehatan yang diterapkan oleh pemerintahan Trump. Presiden Trump baru-baru ini menunjuk Robert F. Kennedy Jr. sebagai Menteri Kesehatan dan Layanan Masyarakat (HHS). Kennedy, yang dikenal sebagai skeptis terhadap vaksin. Telah mengajukan berbagai reformasi dalam sistem pangan nasional, termasuk rencana untuk menghapus makanan ultra-proses dari menu sekolah.
Namun, perubahan kebijakan ini menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk Komisaris FDA saat ini, Robert Califf. Menurutnya, langkah-langkah yang diusulkan oleh pemerintahan Trump dapat menimbulkan ketidakpastian dalam FDA. Serta menghambat program yang sudah berjalan dengan baik. Califf juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa perubahan mendadak dalam regulasi dapat menciptakan risiko bagi keamanan pangan dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Pengunduran diri Jim Jones telah memicu perdebatan luas di kalangan profesional kesehatan dan masyarakat. Beberapa ahli menyatakan kekhawatiran bahwa perubahan dalam kepemimpinan FDA dapat menghambat reformasi yang diperlukan dalam sistem pangan AS. Di sisi lain, pendukung pemerintahan Trump melihat langkah ini sebagai bagian dari upaya merampingkan birokrasi dan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan kesehatan masyarakat.
Banyak kelompok advokasi kesehatan menyerukan agar pemerintah memastikan bahwa regulasi terkait makanan dan obat-obatan tetap ketat, terlepas dari perubahan kepemimpinan. Beberapa organisasi juga menuntut transparansi lebih lanjut terkait kebijakan pemecatan massal yang telah terjadi di FDA.
Dalam beberapa bulan terakhir, FDA menghadapi tekanan besar terkait regulasi obat dan keamanan pangan. Califf menyoroti bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi FDA saat ini adalah meningkatnya penjualan obat penurun berat badan secara online yang tidak memiliki regulasi yang jelas. Menurutnya, undang-undang dan peraturan yang ada saat ini tidak cukup kuat untuk mengawasi produksi dan distribusi obat-obatan semacam itu.
Califf juga menekankan bahwa Kepala FDA AS membutuhkan lebih banyak dukungan dalam menangani isu-isu yang berkembang. Terutama di bidang kesehatan masyarakat dan keamanan pangan. Ia memperingatkan bahwa tanpa perlindungan regulasi yang ketat, masyarakat dapat menghadapi risiko lebih besar akibat produk-produk yang tidak diuji secara ketat.