American Party SC – Christopher Stanley, seorang insinyur berusia 33 tahun yang pernah bekerja di perusahaan milik Elon Musk, kini bekerja sebagai penasihat senior di Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Sebelumnya, ia bekerja di X dan SpaceX, serta menjadi bagian dari Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) yang dibentuk oleh Presiden Donald Trump untuk menyederhanakan birokrasi federal. Namun, masa lalunya sebagai peretas dan distributor perangkat lunak bajakan menimbulkan tanda tanya.
Stanley diketahui mengelola berbagai situs web sejak tahun 2006 saat masih berusia 15 tahun. Berdasarkan data pendaftaran yang disimpan oleh DomainTools, beberapa situs tersebut mendistribusikan e-book ilegal, perangkat lunak bajakan, serta cheat permainan video. Salinan arsip dari Internet Archive menunjukkan bahwa Christopher Stanley juga pernah membanggakan diri atas aktivitas peretasan yang dilakukannya.
Di dua forum daring, Stanley mengklaim pernah meretas situs web. Dalam unggahan saat berusia 19 tahun, ia mengaku telah meninggalkan dunia peretasan. Namun, sebuah video yang diunggahnya di YouTube pada tahun 2014 menunjukkan keterlibatannya dalam kebocoran data dari kelompok peretas saingan saat ia berusia 23 tahun. Setelah Reuters mulai menginvestigasi, beberapa situs web lamanya menghilang dari arsip Internet Archive. Direktur Wayback Machine, Mark Graham, menyatakan bahwa pemilik situs dapat meminta agar kontennya tidak ditampilkan dalam arsip.
Departemen Kehakiman tidak memberikan komentar langsung terkait peran Stanley saat ini maupun masa lalunya. Namun, mereka menyebutkan bahwa Stanley memiliki izin keamanan aktif sebelum bergabung dengan DOGE. Jaksa Agung AS, Pam Bondi, menyatakan keyakinannya atas kemampuan Stanley dalam membantu pemerintah federal. Hingga saat ini, Stanley, Gedung Putih, SpaceX, dan X belum memberikan tanggapan resmi.
Baca Juga : Demokrat Gugat Pemerintahan Trump atas Perintah Eksekutif Pemilu
Beberapa mantan pejabat Departemen Kehakiman memiliki pandangan yang berbeda mengenai masa lalu Stanley. Enam di antaranya menganggap latar belakangnya sebagai peretas sebagai hal yang mengkhawatirkan. Jonathan Rusch, mantan jaksa dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, menyebut bahwa informasi yang pernah dibocorkan Stanley merupakan hasil perolehan ilegal. Di sisi lain, Dan Guido dari firma keamanan digital Trail of Bits berpendapat bahwa riwayat Stanley tidak seharusnya mendiskualifikasinya dari Departemen Kehakiman, mengingat usianya yang masih muda saat melakukan peretasan.
Reuters tidak dapat memastikan tugas spesifik Stanley di Departemen Kehakiman. Kantor Wakil Jaksa Agung, yang dipimpin oleh Todd Blanche, mengawasi berbagai penyelidikan kriminal, termasuk yang terkait dengan peretasan dan kejahatan siber. Hingga kini, tidak ada konfirmasi apakah Stanley masih bekerja di X dan SpaceX. Profil LinkedIn-nya masih mencantumkan posisinya di kedua perusahaan itu, tetapi tidak menyebut pekerjaannya di Departemen Kehakiman. Foto profilnya di X menunjukkan dirinya berdiri di depan lambang Kantor Program Kehakiman.
Selain Stanley, anggota lain dalam tim DOGE juga menghadapi pengawasan atas latar belakang mereka. Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa Edward Coristine, salah satu staf DOGE, pernah menyediakan infrastruktur jaringan bagi kelompok kejahatan siber. Hal ini menimbulkan seruan dari Komite Pengawasan DPR untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap tim DOGE.
Sejak sekitar satu dekade sebelum bergabung dengan SpaceX, Stanley mengelola forum daring yang membahas pembajakan perangkat lunak, cheat permainan video, dan peretasan. Ia menggunakan beberapa nama samaran seperti eNkrypt dan Reneg4d3, yang masih digunakan di beberapa akun media sosialnya. Reuters berhasil menghubungkan forum-forum tersebut dengan Stanley melalui data pendaftaran situs yang terkait dengan alamat email lamanya.
Pada tahun 2006, Stanley meluncurkan situs web fkn-pwnd.com yang menampilkan sketsa kasar dan klaim mengenai aktivitas peretasan server. Setahun kemudian, ia mendaftarkan situs reneg4d3.com dan mengunggah unggahan yang mengklaim bahwa ia berhasil mendapatkan akses administrator ke forum pesaing. Pada tahun 2008, situs web saingan rev0lution-cheats.com diretas dan ditampilkan pesan bahwa situs tersebut telah diambil alih oleh Reneg4d3.com. Beberapa bulan kemudian, penyedia layanan internet menangguhkan situs tersebut.
Pada usia 19 tahun, Stanley mengklaim bahwa ia telah meninggalkan dunia peretasan. Ia juga menyebutkan pernah menerima ancaman hukum dari perusahaan game Korea Selatan, Nexon, karena mengubah perangkat lunak game mereka. Namun, Reuters tidak dapat memverifikasi klaim tersebut, dan Nexon menyatakan tidak memiliki informasi terkait kasus ini.
Meskipun mengklaim telah berhenti meretas, forum electonic.net yang dikelolanya tetap menyediakan e-book ilegal dan perangkat lunak bajakan. Pada tahun 2014, saat berusia 23 tahun, Stanley mengunggah video peretasan basis data pelanggan yang terhubung dengan kelompok peretas Lizard Squad, yang bertanggung jawab atas serangan terhadap PlayStation Network. Hingga kini, Reuters belum berhasil menghubungi anggota Lizard Squad untuk memberikan komentar terkait hal ini.
Stanley masih menggunakan nama panggilan Reneg4d3 di akun media sosialnya, dan foto profilnya di YouTube menunjukkan dirinya bersama Elon Musk. Dengan riwayat yang kontroversial ini, keterlibatannya dalam Departemen Kehakiman masih menjadi perdebatan di kalangan profesional keamanan nasional.
Simak Juga : Nashwa Zahira: Inspirasi dari Pashmina hingga Hijab Square