American Party SC – Departemen Keuangan Amerika Serikat baru-baru ini mengeluarkan peringatan kepada bank, lembaga keuangan, dan pialang di seluruh negeri. Peringatan ini terkait dugaan keterlibatan jaringan yang berbasis di China dalam skema pencucian uang berskala besar. Fokus perhatian diarahkan pada aktivitas yang diduga mendukung peredaran narkotika, khususnya fentanyl, serta praktik kriminal lintas negara.
Data dari Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) menyebutkan bahwa sejak tahun 2020 hingga 2024 terdapat laporan aktivitas mencurigakan dengan total nilai mencapai 312 miliar dolar AS. Jumlah ini menunjukkan betapa besar arus dana gelap yang berusaha masuk ke sistem keuangan Amerika, sering kali dengan cara-cara yang sangat sulit dideteksi oleh mekanisme pengawasan konvensional.
Jaringan pencucian uang yang dikaitkan dengan China dinilai memiliki metode yang canggih. Mereka sering menggunakan perantara yang tampak biasa dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa, pensiunan, atau ibu rumah tangga asal China kerap dijadikan pintu masuk untuk mengalirkan dana dalam jumlah besar ke Amerika. Alasan utamanya adalah untuk menghindari kontrol ketat mata uang asing di negara asal.
Selain itu, mekanisme yang paling sering ditemukan adalah penggunaan jaringan bank bawah tanah. Melalui cara ini, uang hasil kejahatan bisa dipindahkan antarnegara tanpa melalui sistem perbankan resmi. Lebih mengkhawatirkan lagi, beberapa jaringan ini diduga bekerja sama dengan kartel narkoba Meksiko, termasuk kelompok Sinaloa dan Jalisco New Generation, yang selama ini dikenal sebagai pemasok fentanyl ke pasar AS.
Baca Juga : AS Tolak Kehadiran Mahmoud Abbas di Sidang Umum PBB: Kontroversi Baru Diplomasi Global
Untuk memperkuat benteng perlindungan finansial, pemerintah AS memberikan sejumlah arahan kepada bank dan lembaga keuangan. Arahan ini mencakup peningkatan kewaspadaan hingga penegakan regulasi yang lebih ketat.
1. Memantau Profil Nasabah yang Tidak Biasa – Lembaga keuangan diminta mengawasi rekening yang dimiliki individu dengan latar belakang tidak sejalan dengan besarnya dana yang dikelola. Misalnya, seorang mahasiswa asing yang tiba-tiba memiliki setoran dalam jumlah besar tanpa sumber penghasilan yang jelas.
2. Mengawasi Deposit Besar yang Tidak Wajar – Jika terdapat transaksi besar yang tidak sesuai dengan profil pekerjaan nasabah, hal ini harus segera ditindaklanjuti. Aktivitas semacam ini bisa menjadi tanda keterlibatan dalam skema pencucian uang internasional.
3. Pelaporan Aktivitas Mencurigakan – Bank diharuskan melaporkan aktivitas semacam ini melalui Suspicious Activity Report (SAR). Dengan adanya laporan resmi, pihak berwenang dapat melakukan investigasi lebih cepat dan mencegah dana gelap masuk lebih dalam ke sistem perbankan.
4. Penegakan Sanksi bagi Bank yang Lalai – Lembaga keuangan yang terbukti abai akan menghadapi denda dalam jumlah besar. Kasus terbaru yang menjadi sorotan adalah TD Bank yang dikenai sanksi hingga 3 miliar dolar AS karena gagal mengidentifikasi transaksi mencurigakan terkait jaringan China.
Peringatan ini tidak hanya menyoroti praktik ilegal, tetapi juga menggarisbawahi risiko reputasi yang harus ditanggung lembaga keuangan. Jika bank gagal mencegah arus dana ilegal, kepercayaan publik terhadap sistem keuangan bisa menurun. Hal ini berbahaya karena stabilitas sektor perbankan merupakan fondasi bagi perekonomian nasional.
Selain itu, jaringan pencucian uang china yang berkaitan dengan narkotika memiliki dampak sosial yang besar. Peredaran fentanyl, yang menjadi salah satu narkotika paling mematikan di AS, dibiayai melalui dana hasil pencucian tersebut. Dengan kata lain, membiarkan aliran dana gelap berarti ikut memperparah krisis kesehatan yang sudah memakan ribuan korban jiwa setiap tahun.
Untuk memudahkan deteksi, berikut indikator risiko utama yang ditekankan pemerintah AS:
Jumlah Dana Besar: total dugaan pencucian mencapai 312 miliar dolar AS dalam 4 tahun terakhir.
Profil Nasabah Tidak Wajar: mahasiswa, ibu rumah tangga, atau pensiunan asal China dengan dana tanpa asal-usul jelas.
Metode Transaksi: penggunaan bank bawah tanah dan pertukaran mata uang ilegal.
Kolaborasi Lintas Negara: dugaan kerja sama dengan kartel narkoba Meksiko untuk mencuci hasil perdagangan fentanyl.
Potensi Sanksi: bank yang lalai bisa menghadapi denda miliaran dolar.
Pemerintah Amerika menegaskan bahwa pencucian uang china bukan sekadar persoalan keuangan, tetapi juga berkaitan dengan keamanan nasional dan kesehatan masyarakat. Dengan melibatkan aktor-aktor lintas negara, jaringan ini semakin sulit dideteksi sehingga peran lembaga keuangan menjadi sangat vital.
Kewaspadaan, pelaporan tepat waktu, dan kepatuhan pada aturan akan menjadi benteng utama menghadapi ancaman ini. Jika langkah pencegahan dijalankan dengan baik, maka upaya kartel narkoba maupun jaringan kriminal global untuk menembus sistem keuangan AS dapat diminimalisir.